Kamis, 26 April 2012

Review ICTY (International Criminal Tribunal for The Former Yugoslavia)

Erwin Handono
11/311853/SP/24444
PSHAM B

Review ICTY (International Criminal Tribunal for The Former Yugoslavia)

     ICTY didirikan melalui resolusi DK PBB yaitu Resolution 827, May 25 1993. Yurisdiksiyang dimiliki oleh ICTY adalah terhadap pelanggaran atas Geneva Conventions, pelanggaran terhadap hukum kebiasaan perang, genosida, dan kejahatan melawan kemanusiaan.
    Konflik ini melibatkan dua etnis dalam Yugoslavia, yakni etnis Bosnia dan etnis Serbia. Konflik ini berawal dari runtuhnya Yugoslavia yang pecah menjadi beberapa negara. Sehingga Bosnia yang menjadi bagian dari Serbia ingin memerdekakan diri. Namun, pada prosesnya, keinginan Bosnia untuk merdeka mengalami penentangan dari pihak Serbia.[1]
    Konflik ini semakin meningkat ketika Serbia membombardir ibukota Bosnia, Sarajevo dan kota lainnya dibombardir habis – habisan, gerilyawan Bosnia ditangkap dan disiksa dalam kamp – kamp konsentrasi dan puluhan ribu wanita muda dan gadis kecil Bosnia diperkosa. Data menyebutkan bahwa korban etnis Serbia sepanjang perang ini mencapai 200.000 orang yang terbunuh. [2]
    ICTY merupakan pengadilan tentang Hak Asasi Manusia berat di dalam kasus Yugoslavia. Pengadilan ini dibentuk untuk menuntaskan masalah pelanggaran HAM berat dan kejahatan Humaniter yang terjadi akibat konflik Bosnia dan Serbia. Di dalam kasus ini terdapat beberapa individu yang didakwa akibat perbuatan mereka yang dianggap sebagai sebuah pelanggaran HAM dan termasuk dalam kejahatan humaniter.
    Individu – individu yang dianggap melanggar HAM dalam kasus ini yaitu Zlatko Aleksovski (Komandan Penjara), Jenderal Tihomir Blaskic (Komandan Dewan Pertahanan Kroasia), Anto Furundzija (Komandan Lokal), Mario Cerkez (mantan komandan), Drago Josipovic (tentara HVO), Dario Kordic (pemimpin Regional) dan masih banyak pelanggar lain dalam kasus ini. Dalam kapasitasnya sebagai komandan angkatan Bosnia Kroasia, Balskic didakwa melakukan 6 jenis pelanggaran HAM seperti diatur dalam konvensi Jenewa 1949, pasal 2 statuta ICTY, 11 jenis pelanggaran atas kebiasaan perang. [3]
   
[1]  Pirhot Nababan,”Tinjauan Umum ICTR dan ICTY”, online,http://www.pirhot-nababan.blogspot.com , diakses pada  24 April 2012, pukul 20.00 WIB.
 [2]Nurkhoolis Ridho, ”Konflik Antara Bosnia dan Serbia pada Tahun 1991”,online,http://sejarah.kompasiana.com diakses pada 24 April 2012, pukul 20.30 WIB.
  [3]The Prosecutor of the Tribunal Against Tihomir Blaskic”, online, http://un.org/icty/indictment.com diakses pada tanggal 24 April 2012 pukul 20.40 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar