Minggu, 29 April 2012

International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia Case : The Arrest of Ratko Mladic


Rifa Fatharani
11/312135/SP/24496
PSHAM B
Tugas Review Pengadilan Internasional

International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia
Case : The Arrest of Ratko Mladic

     Pengadilan Kriminal Internasional di negara bagian pecahan Yugoslavia merupakan suatu resolusi dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB yang dibentuk dengan tujuan menyelidiki, mengadilkan para individu yang telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia atau kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida di wilayah Yugoslavia. Para Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memilih untuk mendirikan ICTY pada tanggal 25 Mei 1993 serta menilai bahwa pembunuhan massal, pembersihan etnis, penyiksaan, perkosaan dan kejahatan lain yang terjadi pada saat konflik di wilayah Yugoslavia merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.1 Konflik besar – besaran mendorong masyarakat internasional untuk turut memberikan berbagai macam kepedulian, pembelaan terhadap pelanggaran konvensi Jenewa 1949. Individu yang melakukan pelanggaran HAM dan kejahatan humanitar pada konflik di masa itu, telah menimbulkan reaksi masyarakat agar segera ditindaklanjut permasalahannya dalam proses hukum oleh pihak berwenang. Khusus untuk daerah wilayah negara – negara mantan Yugoslavia, berdasarkan historis terdapat banyak pelanggaran HAM yang timbul. Maka dari itu, Pengadilan Kriminal Internasional tersebut didirikan dengan tujuan mengadili dan menuntut orang yang melakukan tindakan kriminal agar bertanggung jawab dan diberikan hukuman semestinya. Sebagai sebuah institusi hukum, ICTY ini dikhususkan untuk melakukan transparansi peradilan atau dalam kata lain, segala catatan atau dokumen pengadilan dapat diakses oleh umum. Pengadilan Kriminal Internasional untuk negara mantan Yugoslavia mencatat jumlah kasus atau orang dari asal etnis dan pekerjaannya dengan jumlah 161 orang yang telah didakwa.2 ICTY telah berhasil menjalankan fungsinya demi keadilan dan kesejahteraan sosial.

     Dalam kasus berikut ini, akan menjelaskan tentang kasus seorang pejabat negara yang melakukan pelanggaran HAM terhadap warga sipil. Maka demikian, orang tersebut tidak berhak untuk mendapatkan perlindungan dari negara akan tetapi mendapatkan hukum yang setimpal berdasarkan hasil dari pengadilan ICTY ini, terutama bagi para pejabat negara – negara di Yugoslavia. Degan kata lain bahwa ICTY ini tidak pandang bulu bagi orang – orang yang melakukan pelanggaran HAM dan dengan jelas bahwa setiap individu sangat berpengaruh terhadap penegakkan hukum dan HAM ini.

     Hal ini dapat dibuktikan dalam kasus penangkapan seorang komandan senior militer Serbia Bosnia Angkatan Darat selama perang di Bosnia dan Herzegovina bernama Ratko Mladic. Penangkapan baru dilakukan pada tahun 2011 sejak didakwanya Mladic pada tahun 1995 oleh ICTY. Mladic didakwa dengan 15 tuduhan genosida dan kejahatan perang terhadap kemanusiaan, terutama terhadap warga sipil Muslim Bosnia, Kroasia Bosnia dan non – Serbia di wilayah Bosnia Herzegovina pada tahun 1992-1995.3 Mladic dikenal sebagai sosok pembersih etnis dengan tujuannya memusnahkan Muslim Bosnia di wilayahnya. Mladic bersama rekannya berniat untuk melakukan genosida yang berarti berniat untuk menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok – kelompok tertentu, etnis, ras atau agama. Sebagai perwira paling senior dari tentara Serbia Bosnia dengan demikian para tentara lainnya tunduk kepada komandan untuk melakukan aksi pemberishan etnis Muslim Bosnia. Dalam arti bahwa, ia memiliki kendali dan kekuasaan dalam melakukan tindakan kriminal sehingga telah berlangsung efektif pada masa perang tersebut.

     Berdasarkan catatan publik mengenai kasus pelanggaran HAM dan kejahatan humanitar terberat dari pihak negara sendiri dan terlama proses penangkapannya, Ratko Mladic didakwa dengan kejahatan yang meliputi sebagai berikut:4
  • Pembunuhan hampir 8.000 pria Muslim Bosnia dan anak laki-laki di Srebrenica pada tahun 1995.
  • Pembunuhan, penganiayaan, pemindahan paksa, penahanan dan penganiayaan terhadap kaum Muslim Bosnia dan Kroasia Bosnia selama kampanye dengan tujuan menghapus permanen orang tersebut dari wilayahnya di bawah kendali kekuatan Republika Srpska.
  • Kampanye teror dan penembakan dan mengecam warga sipil di Sarajevo oleh pasukan Serbia Bosnia di bawah komandonya dan kontrol yang mengakibatkan pembunuhan dan melukai ribuan warga sipil, termasuk banyak wanita dan anak.
  • Pengambilan pengamat militer PBB dan personil pemelihara perdamaian sebagai sandera Mei dan Juni 1995.
     Walaupun proses penangkapan Mladic dalam jangka waktu lama, akan tetapi ICTY tetap konsisten dengan keputusan terdakwa untuk menahan dan menuntut Mladic. Mladic kemudian diadili lebih lanjut oleh pengadilan di Den Haag Belanda dan mendapatkan perhatian dunia internasional.

1About the ICTY (online), United Nations System in Serbia, <http://rs.one.un.org/index.php?org=8> diakses pada 26 April 2012.
2Key Figues (online), ICTY – The Cases, <http://www.icty.org/sid/24> diakses pada 26 April 2012.
3ICTY: Q&A on the Case against Ratko Mladic (online),<http://www.hrw.org/news/2011/05/31/icty-qa-case-against-ratko-mladic> diakses pada 26 April 2012.
4Statement of the Office of the Prosecutor, International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia on the arrest of Ratko Mladic (online), ICTY, <http://www.icty.org/sid/10670> diakses pada 26 April 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar